Terpilih Sebagai Ketua FAJI Sumbar, Rio Didukung Sang Istri

0
0

Bagi Rio, arung jeram bukanlah hal yang baru, sejak menjadi anggota organisasi pencinta alam di kampusnya, 18 tahun lalu, Rio telah belajar secara teknis tentang arung jeram. Maklum, arung jeram merupakan salah satu kegiatan yang harus dipelajari oleh setiap anggota di organisasi yang digelutinya, selain gunung hutan dan panjat tebing.

Namun keasyikannya mengarungi jeram, terhenti, setelah tamat kuliah dan membangun perusahaan. Kesibukannya semakin bertambah, saat bekeluarga dan tenggelam dalam rutinitas sebagai seorang ayah.

Minat Rio kembali bergelora, ketika organisasi yang digelutinya saat kuliah, melakukan ekspedisi Maek, yakni menelusuri aliran batang Maex, mulai dari nagari mahat, hingga finish di kecamatan pangkalan, kabupaten 50 kota, 4 tahun lalu.

Meski hanya mengikuti setengah route ekspedisi, kegiatan ini melepaskan rindunya pada buih buih jeram, dan bercengkerama dengan standing waves sembari meliuk liuk, menghindari under cut, stoper, hole dan hambatan lainnya, agar perahu tidak tersangkut, terbalik atau awak terlempar dari perahu. Usai ekspedisi itu, keinginan Rio untuk berarung jeram semakin bergemuruh.

Untuk memenuhi hasratnya itu, Rio tak malu belajar teknik arung jeram dengan yuniornya yang telah memiliki sertifikat pelatih. Semua masalah teknis dipelajarinya dengan sungguh-sungguh. Selain belajar teori di darat, Rio juga mempraktekkannya di beberapa jeram di sungai.

Beruntung, sang istri mendukung hobinya ini. “saking ngebetnya, si abang bela belain beli perahu karet sendiri, lengkap dengan perlatannya” ujar irma yuswara, istri tercinta yang menjadi manajer di salah satu hotel berbintang di Padang. “sejak abang punya perahu karet sendiri, kami sering wisata keluarga dengan aktivitas arung jeram”, tukuk irma

Rio Handevis terpilih sebagai ketua Pengprov FAJI sumbar, periode 2022 hingga 2026 pada musyawarah provinsi Federasi Arung Jeram Indonesia. Dalam pemilihan yang demokratis, Rio berhasil meraih 9 suara, mengalahkan rivalnya, Miya, yang hanya dipilih oleh 6 pengcab.

Para pengarung jeram, baik yang berasal dari kalangan petualang, hingga atlet, berharap Rio bisa mengangkat kegiatan arung jeram di sumatera barat. Kami menanti kiprah sang skipper baru.