More

    Patut Diketahui, Sebelum Belajar Arung Jeram

    Seperti kita ketahui, sudah cukup banyak korban kecelakaan arung jeram di sungai-sungai di Indonesia baik yang dialamioleh perkumpulan penjelajah alam dan pecinta alam maupun oleh operator-operator arung jeram. Kebanyakan kecelakaan itu terjadikarena skill yang dimiliki sumber daya manusianya masih kurang, karena kelelahan dan karena kecerobohan suber daya manusianya.Ada juga yang keberaniannya cukup tinggi tetapi tidak diimbangi dengan kemampuan. Beberapa tahun yang lalu peralatan untuk berarung jeram sangat sulit didapat di Indonesia, dan kalaupun ada harganyasangat mahal. Oleh karena itu sering dalam suatu pengarungan sungai peralatan yang dipakai hanya seadanya saja, seperti misalnyamenggunakan perahu yang bukan jenis river boat, pelampung yang seadanya atau pelampung agin yang ditiup. Bahkan cukup banyak  pengarung jeram yang tidak memakai helm. Hal-hal tersebut ini sering berakibat fatal. Sebenarnya ada kunci pokok untuk menghindari bahaya-bahaya tersebut, yaitu sebagai berikut :

    1. SUMBER DAYA MANUSIASumber daya manusianya harus mempunyai skill atau keahlian yang cukup baik dalam mengemudikan perahu, tindak keamanan, penyelamatan, membaca situasi dan kondisi alam, mampu mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi,mampu dan tegas dalam mengambil keputusan. Khususnya, seorang pemandu arung jeram harus mampu memimpin dan memandu peserta yang ada dalam perahu. Syaratnya adalah, sumber daya manusia yang terlibat dalam kegiatan arung jeram harus mampu salingmemberi rasa aman dan nyaman serta kepuasan pada semua peserta arung jeram.2. PERALATANPeralatan yang digunakan untuk berarung jeram sekarang ini sudah semakin baik dan modern. Peralatan arung jeram ada beberapa jenis dan ukuran, sesuai dengan keinginan pemakai. Pada waktu ini sebenarnya tidak ada lagi alasan untuk menyalahkan peralatan bila terjadi kecelakaan. Kriteria dan peralatan arung jeram yang layak pakai ( standard ) seperti pada bahasan “PengenalanPeralatan

    2. PERALATANPeralatan yang digunakan untuk berarung jeram sekarang ini sudah semakin baik dan modern. Peralatan arung jeram ada beberapa jenis dan ukuran, sesuai dengan keinginan pemakai. Pada waktu ini sebenarnya tidak ada lagi alasan untuk menyalahkan peralatan bila terjadi kecelakaan. Kriteria dan peralatan arung jeram yang layak pakai ( standard ) seperti pada bahasan “PengenalanPeralatan

    Related articles

    Comments

    Share article

    Latest articles

    Gunung Kerinci

     Gunung Kerinci terletak di Provinsi Jambi, memiliki ketinggian 3.805 Mdpl. Merupakan gunung tertinggi di pulau Sumatera sekaligus tertinggi pertama di Indonesia di luar Cartenz...

    Liburan Seru, Bermain Arung Jeram

    Liburan seru wisata alam. Sudah menjadi dambaan banyak orang untuk bisa menikmati liburan yang bisa memberikan kenangan dan kepuasan saat berlibur. Agar liburan menjadi...

    Petualangan di gunung ular

    Sejak mendalami dunia spiritual dan kebatinan, Agus jadi suka berpetualang ke mana-mana. Petualangangan menyusuri tempat-tempat keramat dan angker semata-mata untuk menambah keampuhan ilmu kebatinan...

    Muhammad Panji, Sang Petualangan

    ini cerita tentang ,,,, Muhammad Panji (Petualangan Panji), tapi lebih dekenal dengan sebutan Panji, cowo kelahiran 27 Juni 1992 ini memang senang sekali dengan...

    Komuniksi dalam kegiatan Arung Jeram

    KOMUNIKASI Komunikasi merupakan hal yang paling penting dalam melaksanakan kegiatan pengarunagan sungai, baik untuk mencegahkejadian yang tidak diinginkan ataupun mengatasi sutau kejadian yang telah terjadi.Ada...

    Newsletter

    [tdn_block_newsletter_subscribe description=”U3Vic2NyaWJlJTIwdG8lMjBzdGF5JTIwdXBkYXRlZC4=” input_placeholder=”Your email address” btn_text=”Subscribe” tds_newsletter2-image=”753″ tds_newsletter2-image_bg_color=”#c3ecff” tds_newsletter3-input_bar_display=”row” tds_newsletter4-image=”754″ tds_newsletter4-image_bg_color=”#fffbcf” tds_newsletter4-btn_bg_color=”#f3b700″ tds_newsletter4-check_accent=”#f3b700″ tds_newsletter5-tdicon=”tdc-font-fa tdc-font-fa-envelope-o” tds_newsletter5-btn_bg_color=”#000000″ tds_newsletter5-btn_bg_color_hover=”#4db2ec” tds_newsletter5-check_accent=”#000000″ tds_newsletter6-input_bar_display=”row” tds_newsletter6-btn_bg_color=”#da1414″ tds_newsletter6-check_accent=”#da1414″ tds_newsletter7-image=”755″ tds_newsletter7-btn_bg_color=”#1c69ad” tds_newsletter7-check_accent=”#1c69ad” tds_newsletter7-f_title_font_size=”20″ tds_newsletter7-f_title_font_line_height=”28px” tds_newsletter8-input_bar_display=”row” tds_newsletter8-btn_bg_color=”#00649e” tds_newsletter8-btn_bg_color_hover=”#21709e” tds_newsletter8-check_accent=”#00649e” tdc_css=”eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn19″ embedded_form_code=”YWN0aW9uJTNEJTIybGlzdC1tYW5hZ2UuY29tJTJGc3Vic2NyaWJlJTIy” tds_newsletter1-f_descr_font_family=”521″ tds_newsletter1-f_input_font_family=”521″ tds_newsletter1-f_btn_font_family=”521″ tds_newsletter1-f_btn_font_transform=”uppercase” tds_newsletter1-f_btn_font_weight=”600″ tds_newsletter1-btn_bg_color=”#dd3333″ descr_space=”eyJhbGwiOiIxNSIsImxhbmRzY2FwZSI6IjExIn0=” tds_newsletter1-input_border_color=”rgba(0,0,0,0.3)” tds_newsletter1-input_border_color_active=”#727277″ tds_newsletter1-f_descr_font_size=”eyJsYW5kc2NhcGUiOiIxMiIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==” tds_newsletter1-f_descr_font_line_height=”1.3″ tds_newsletter1-input_bar_display=”eyJwb3J0cmFpdCI6InJvdyJ9″ tds_newsletter1-input_text_color=”#000000″ tds_newsletter1-input_border_size=”eyJwb3J0cmFpdCI6IjEifQ==”]