More

    Gunung Kerinci

     Gunung Kerinci terletak di Provinsi Jambi, memiliki ketinggian 3.805 Mdpl. Merupakan gunung tertinggi di pulau Sumatera sekaligus tertinggi pertama di Indonesia di luar Cartenz Pyramid di Papua. Berada di gugusan pegunungan bukit barisan dan masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.

    Perjalanan untuk menggapai atap sumatera ini berawal dari ajakan seorang teman di facebook, gayung bersambut karena sebenarnya akupun ingin melakukan pendakian ke Kerinci. Impian tuk menggapai atap Sumatera pun mulai terbayang nyata. Setelah mengatur schedule kerja, budget, dan lain-lain, akhirnya tanggal 12 Mei 2012 kami bertolak ke Kerinci.

    Catatan Perjalanan:

    12 Mei 2012

    Jam di hand phone menunjukkan pukul 08.30 saat saya turun dari bus DAMRI jurusan Pasar Minggu-Bandara Soekarno-Hatta. Sambil menunggu kedatangan Balak dkk, saya menyempatkan melihat-lihat sekitar terminal 1 A Bandara Soekarno-Hatta. Sekitar pukul 09.30 an Balak CS yang kutunggu akhirnya datang juga. Sempat kesal karena harus berputar-putar dulu mencari dimana Balak CS menunggu, maklumlah sebelumnya kami belum pernah bertemu sama sekali bahkan untuk urusan tiket pesawat pun kami hanya koordinasi via telepon. Hmmm, lega rasanya ketika akhirnya bertemu mereka, bersama balak, kucay, anjar, Erick dan om ridho inilah saya akan mendaki gunung kerinci.

    Menjelang pukul 10.00 kami bersiap untuk boarding, untuk penerbangan pukul 10.55 dengan Batavia Air. Sempat terjadi sedikit ketegangan dengan petugas, saat kami meminta carrier-carrier kami diikat. Om Ridho lah yang mempunyai ide ini, dengan alasan tidak mau ambil resiko jika kami harus kehilangan barang-barang bawaan kami padahal barang-barang tersebut amat kami perlukan dalam perjalanan pendakian kami. Bisa gawat kalau sampai tenda, sleeping bag dan peralatan lainnya hilang. Saat ditimbang berat barangku mencapai 9,8 Kg, relative lebih enteng dibandingkan berat barang teman-teman yang bisa mencapai 15 kg bahkan 17 kg.

    Pukul 10.55 perlahan pesawat yang kami tumpangi mulai bertolak meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Minangkabau. Pukul 12.25 pesawat mendarat di Bandara Internasional Minang Kabau. Amboi akhirnya saya menginjakkan kaki jua di ranah minang ini. Dari Bandara kami menuju ke ayu travel, dengan ayu travel inilah akses kami selanjutnya untuk menuju ke desa Kersik Tuo di Jambi. Setelah shalat, makan dan belanja logistik kami bersiap bertolak menuju kersik tuo. Harga tiket di ayu travel untuk rute padang-kersik tuo Rp70.000/orang.

    Pukul 16.00 perjalanan menuju desa kersik tuo, sepanjang perjalanan kami ditemani oleh lagu-lagu padang yang diputar uda pengemudi ayu travel. Beberapa kali uda menghentikan mobil dan singgah di rumah makan. Aha kesempatan ini tak kami sia-siakan maklumlah padang-kersik tuo akan ditempuh sekitar 8 jam.

    Sekitar pukul 00.00 kami akhirnya tiba di desa Kersik Tuo, seorang kawan menjemput kami dan membawa kami menuju kawan kami heru. Tiba di rumah heru, disana ternyata sudah banyak kawan-kawan yang berasal dari jabodetabek yang juga akan mendaki esok harinya. Lelah rasanya belum hilang setelah perjalanan dari Jakarta ke padang dan dilanjutkan dengan 8 jam perjalanan dari padang menuju kersik tuo. Kucoba memejamkan mata berharap bisa terlelap agar setidaknya dapat sedikit memulihkan kondisi untuk pendakian esok. Namun ternyata hingga azdan shubuh mengumandang mata ini tak jua mau terlelap.

    13 Mei 2012

    Pukul 05.00 setelah bersih-bersih dan merapikan kembali peralatan yang akan kami bawa mendaki, lalu kami sarapan. Setelah sarapan, sambil menunggu mobil yang akan mengantar kami hingga ke pintu rimba, aku sempatkan untyk berjalan-jalan menghirup udara segar di sekitar rumah heru. Hamparan perkebunan teh yang membentang hijau, pemandangan yang tak akan saya dapatkan di Jakarta. Nun di kejauhan Nampak Gunung Kerinci berdiri gagah berselimut kabut. Kupandangi puncak kerinci Teringat kembali percakapan dengan ibunda heru saat sarapan tadi bahwa biasanya kalau pertama kali mendaki Kerinci tidak sampai puncak. Ah…saya benar-benar memohon dengan sangat supaya Allah Swt berkenan mengizinkan ku tuk menggapai puncak kerinci. Pagi ini juga kami bertemu dengan ferdie, mahasiswa STAIN Sungai Penuh inilah yang akan menjadi guide kami selama pendakian.

    Related articles

    Comments

    Share article

    Latest articles

    Gunung Kerinci

     Gunung Kerinci terletak di Provinsi Jambi, memiliki ketinggian 3.805 Mdpl. Merupakan gunung tertinggi di pulau Sumatera sekaligus tertinggi pertama di Indonesia di luar Cartenz...

    Liburan Seru, Bermain Arung Jeram

    Liburan seru wisata alam. Sudah menjadi dambaan banyak orang untuk bisa menikmati liburan yang bisa memberikan kenangan dan kepuasan saat berlibur. Agar liburan menjadi...

    Petualangan di gunung ular

    Sejak mendalami dunia spiritual dan kebatinan, Agus jadi suka berpetualang ke mana-mana. Petualangangan menyusuri tempat-tempat keramat dan angker semata-mata untuk menambah keampuhan ilmu kebatinan...

    Muhammad Panji, Sang Petualangan

    ini cerita tentang ,,,, Muhammad Panji (Petualangan Panji), tapi lebih dekenal dengan sebutan Panji, cowo kelahiran 27 Juni 1992 ini memang senang sekali dengan...

    Komuniksi dalam kegiatan Arung Jeram

    KOMUNIKASI Komunikasi merupakan hal yang paling penting dalam melaksanakan kegiatan pengarunagan sungai, baik untuk mencegahkejadian yang tidak diinginkan ataupun mengatasi sutau kejadian yang telah terjadi.Ada...

    Newsletter

    [tdn_block_newsletter_subscribe description=”U3Vic2NyaWJlJTIwdG8lMjBzdGF5JTIwdXBkYXRlZC4=” input_placeholder=”Your email address” btn_text=”Subscribe” tds_newsletter2-image=”753″ tds_newsletter2-image_bg_color=”#c3ecff” tds_newsletter3-input_bar_display=”row” tds_newsletter4-image=”754″ tds_newsletter4-image_bg_color=”#fffbcf” tds_newsletter4-btn_bg_color=”#f3b700″ tds_newsletter4-check_accent=”#f3b700″ tds_newsletter5-tdicon=”tdc-font-fa tdc-font-fa-envelope-o” tds_newsletter5-btn_bg_color=”#000000″ tds_newsletter5-btn_bg_color_hover=”#4db2ec” tds_newsletter5-check_accent=”#000000″ tds_newsletter6-input_bar_display=”row” tds_newsletter6-btn_bg_color=”#da1414″ tds_newsletter6-check_accent=”#da1414″ tds_newsletter7-image=”755″ tds_newsletter7-btn_bg_color=”#1c69ad” tds_newsletter7-check_accent=”#1c69ad” tds_newsletter7-f_title_font_size=”20″ tds_newsletter7-f_title_font_line_height=”28px” tds_newsletter8-input_bar_display=”row” tds_newsletter8-btn_bg_color=”#00649e” tds_newsletter8-btn_bg_color_hover=”#21709e” tds_newsletter8-check_accent=”#00649e” tdc_css=”eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn19″ embedded_form_code=”YWN0aW9uJTNEJTIybGlzdC1tYW5hZ2UuY29tJTJGc3Vic2NyaWJlJTIy” tds_newsletter1-f_descr_font_family=”521″ tds_newsletter1-f_input_font_family=”521″ tds_newsletter1-f_btn_font_family=”521″ tds_newsletter1-f_btn_font_transform=”uppercase” tds_newsletter1-f_btn_font_weight=”600″ tds_newsletter1-btn_bg_color=”#dd3333″ descr_space=”eyJhbGwiOiIxNSIsImxhbmRzY2FwZSI6IjExIn0=” tds_newsletter1-input_border_color=”rgba(0,0,0,0.3)” tds_newsletter1-input_border_color_active=”#727277″ tds_newsletter1-f_descr_font_size=”eyJsYW5kc2NhcGUiOiIxMiIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==” tds_newsletter1-f_descr_font_line_height=”1.3″ tds_newsletter1-input_bar_display=”eyJwb3J0cmFpdCI6InJvdyJ9″ tds_newsletter1-input_text_color=”#000000″ tds_newsletter1-input_border_size=”eyJwb3J0cmFpdCI6IjEifQ==”]