Festival Parimbo di Malalo, Upaya Lestarikan Hutan dengan Seni Budaya

0
0

Guna mempercepat pengakuan Hutan adat dan wilayah adat di Sumatera barat, masyarakat hukum adat Malalo Tigo Jurai bersama Pokja Timbalun akan menggelar berbagai pertunjukan seni budaya yang bertajuk Festival Parimbo di gedung Serba Guna Malalo, Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Selasa-rabu (16-17 Mei).

Kegiatan yang akan dibuka secara resmi oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini sedikit berbeda dibandingkan cara diseminasi yang umum digunakan seperti seminar atau workshop. Kegiatan dilakukan berupa pagelaran kesenian dan budaya, pemutaran film, pameran produk olahan hasil hutan bukan kayu yang dipadukan dengan diskusi tematik. Sebagai pemantik diskusi akan ada Menteri Desa Pembangunan Daerah Terpencil dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo.

Ketua panitia Festival Parimbo, Putri Ratu Permanda menyebutkan pendekatan melalui pagelaran kesenian dan budaya akan lebih mudah dicerna dan diterima oleh masyarakat sebagai pengetahuan yang bermanfaat sekaligus melestarikan kebudayaan yang mungkin akan hilang apabila hutan tersebut menjadi hilang. “Pagelaran seni sebagai sarana penyampaian pesan kami rasa cukup komunikatif,” sebut Putri.

Selain itu juga ada pameran hasil hutan. Pameran ini dimaksudkan untuk menampilkan inovasi masyarakat dalam pemanfaatan hutan yang berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian nagarinya, yang mana akan diikuti oleh seluruh kelompok/lembaga pengelola perhutanan sosial di Sumatera Barat.

“Selanjutnya, sebagai jantung dari pertemuan ini akan dilakukan diskusi tematik dengan fokus pembahasan diantaranya percepatan pengakuan masyarakat hukum adat Tanah Datar dan Mentawai untuk penetapan hutan dan wilayah adatnya,” sebutnya. Diskusi tematik selanjutnya terkait dengan membangun kesepahaman para pihak untuk mendukung pengembangan perhutanan sosial sumbar, serta tematik terakhir yaitu penyelesaian konflik sumber daya alam berbasis kearifan lokal. Kesemua tematik diambil dari kondisi dan kebutuhan pengelolaan hutan Sumatera Barat yang harus dicarikan penyelesaian bersama dan dukungan semua pihak.

Kegiatan ini juga akan dihadiri Gubernur Sumbar, Bupati Tanah Datar, 85 Peserta perwakilan nagari dari 11 Kabupaten/Kota di Sumbar yang melakukan aktifitas pengelolaan hutan berbasis masyarakat, 28 Peserta pameran inovasi hasil hutan di Sumatera barat, 17 Peserta Mitra NGO Sumbar, 21 Mitra NGO di nasional, 10 Media, 10 Lembaga Mahasiswa, dan 16 Akademisi serta praktisi sosial seluruh masyarakat Malalo Tigo Jurai sebagai dampingan Pokja Timbalun. Serta Peserta dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

Sumber: beritanagari.com