Tips Belajar Berenang Mudah

Tentang Aktivitas Berenang.

Berenang merupakan aktivitas yang sebenarnya penting-penting-ga-penting. Sisi pentingnya adalah sebagai upaya menjaga diri situasi darurat yang tidak kita duga sebelumnya dan kebetulan melibatkan air dalam volume yang buanyak. Misalnya, bencana banjir bandang, kapal karam, atau hanya masalah sepele seperti tercebur ke dalam kolam pancingan yang dalamnya 2 meter. Kalau hanya kecebur di got itu bukan darurat, itu hanya salah lewat. Kalau kehujanan di tengah taman sendirian sambil membawa bunga itu juga bukan darurat, tapi hatinya sedang tersayat. o_O Sisi ga pentingnya, yaa kejadian seperti itu memang jarang terjadi, khususnya bagi kita-kita yang hidup di daerah perkotaan yang setiap hari ngantor di gedung-gedung mewah dengan kebutuhan transportasi darat yang sudah cukup terpenuhi.
Bisa berenang atau tidak ya ga ngaruh. Tapi kan lebih banyak pentingnya. Salah satunya adalah alasan kesehatan. Kan kalau ga sehat kita jadi ga bisa bekerja. Ga bisa berkarya lah. Merasa tak berguna lah. Stres sendiri lah. Waspadalah waspadalah.
Mengapa Belajar Berenang?
Itulah salah satu kelemahan kita sebagai manusia. Sebagai informasi, sebagian besar hewan berkaki yang berjalan di atas tanah, secara otomatis akan langsung bisa berenang atau minimal mengapung ketika diceburkan ke dalam air. Harimau, singa, anjing, kucing, bahkan gajah sekalipun. Mungkin karena memang morfologinya yang sudah mendukung, posisi kepala dan moncong hidungnya yang memungkinkan untuk bisa bernapas di atas permukaan air, titik berat tubuhnya yang seimbang karena ditopang oleh 4 kaki, dan by nature sudah otomatis paham kalau itu adalah air. Kecuali beberapa jenis primata, seperti kera, monyet, dan orangutan. Hewan jenis ini perlu dilatih terlebih dahulu agar punya kemampuan untuk berenang. Sayangnya, kita lebih meniru golongan yang kedua. Kecuali sudah dikondisikan sedini mungkin saat kita baru berusia 1-2 bulan sejak lahir.
Syarat-syarat
Nah, bagi yang belum bisa berenang namun ada keinginan kuat atau hasrat terpendam untuk bisa berenang, saya ada sedikit tips nih bagaimana cara belajar berenang dengan mudah. Catat ya, sedikit. Kalau banyak namanya taps. Tapi mohon jangan percaya 100%, karena saya hanya bisa berenang, bukan jago berenang, implementasinya insya Allah gampang, tapi yaa risiko ditanggung penumpang. 😈

Syarat-syaratnya:

1. Usahakan pergi ke kolam renang, jangan di empang. Karena kita mau berenang, bukan mau berkubang.
2. Sebisa mungkin pakailah pakaian khusus berenang, karena penting untuk pergerakan. Khusus laki-laki usahakan jangan menggunakan celana yang kurang ergonomis untuk bergerak di dalam air, seperti berbahan jeans, atau katun yang tebal. Lebih baik menggunakan celana rumahan yang tipis kalau memang belum ada celana khusus renang. Karena pertama kali belajar berenang biasanya belum sempat membelinya. Bagi yang perempuan monggo silakan tentukan sendiri spesifikasinya.
3. Siapkan kacamata renang. Kalau tidak ada sebaiknya pinjam saja. Kalau tidak ada yang bisa dipinjami ya sudah, gapapa. Concern-nya, ketika di dalam air kita harus melek, jangan merem, karena bakal kehilangan orientasi. Biasanya, air kolam renang bisa membuat mata perih karena kandungan kaporitnya. Bagi yang belum terbiasa pasti akan sangat menyakitkan. Beware!!
4. Tidak perlu membawa pelampung. Apalagi pelampung yang modelnya seperti kepala bebek. Bukan apa-apa, aneh aja rasanya.

Niat dan Jangan Malu.

Semuanya diawali dari niat. Kalau tidak sanggup ya shanggupin. Tidak ada kata terlambat untuk belajar berenang. Jaka, dara, tua, ataupun muda tidak masalah. Yang penting niatnya. Memang sih, akan lebih mudah membentuk gerak reflek dan otot-otot tubuh ketika masih muda, tapi kan yang namanya umur tidak bisa diulang kembali. FYI, saya ketika pertama kali belajar berenang juga pas sudah tua dewasa kok.
Cara tahunya kita niat atau tidak bagaimana? Minimal datang dulu ke kolam renang. Karena datang saja sudah merupakan hal yang patut diapresiasi. Kalau sudah datang, bayar, masuk, ya masa ga ngapa-ngapain, kan rugi. Minimal membasahi badan sudah lumayan. Oh ya, daripada nganggur jangan lupa pemanasan dulu ya. Stretching dan warming-up sangat perlu untuk mengendurkan urat syaraf, melemaskan sendi-sendi yang kaku, dan agar terhindar dari kram otot yang kerap terjadi di kolam renang akibat kurangnya pemanasan.

Latihan Rutin.

Latihan apapun, belajar apapun, mengerjakan apapun hasilnya pasti akan bagus kalau dilakukan secara rutin, ajek, dan istiqomah. Tidak ada yang instan. Karena di dunia ini yang instan hanyalah ind*mie. Begitu juga dengan renang. Kita akan semakin mengenal air hanya dengan sering berinteraksi dengannya. Sebagaimana olahraga lainnya, berenang juga melibatkan gerak reflek yang hanya bisa dicapai dengan latihan rutin bertahun-tahun. Mengambil napas reflek, menahan napas reflek, hingga bergerak cepat di dalam air pun melibatkan reflek. Tapi untungnya kemampuan berenang ini sama halnya seperti kemampuan naik sepeda. Sekalinya bisa, maka akan bisa seterusnya, selama tidak ada kondisi cacat fisik yang mempengaruhinya. Tapi yaa bagaimanapun juga tetap diperlukan suatu pengulangan yang rutin biar bagus.


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

This entry was posted in BERITA. Bookmark the permalink.

Comments are closed.