Festival Gunung Krakatau 2016

MENINGKATKAN pariwisata di Lampung membuat destinasi di Sumatera ini mengadakan Festival Krakatau 2016. Festival ini sudah ke-26 kalinya. Festival Krakatau 2016 yang akan berlangsung pada 24 hingga 28 Agustus 2016 di Bandar Lampung, Pesawaran, Lampung Selatan, dan Kepulauan Gunung Berapi Krakatau.

Kegiatan ini bertujuan mempromosikan atraksi, daya tarik wisata unggulan dan seni budaya Lampung, serta menciptakan peluang bisnis bagi para pelaku pariwisata. Festival ini mengusung tema ‘Lampung The Treasure of Sumatera’.

Event tersebut akan mempromosikan keindahan dan daya tarik wisata yang terdapat di daerah tersebut. Hal ini sejalan dengan tujuan Kementerian Pariwisata yakni mengenalkan daerah yang memiliki potensi wisata untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

“Kami mendukung penyelenggaraan Festival Krakatau 2016. Even ini akan menjadi ajang pengenalan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Lampung kepada masyarakat serta memberikan rasa bangga bagi warga setempat bahwa daerahnya memiliki daya tarik wisata yang juga menjadi keunikan dan identitas daerahnya,” kata Ukus Kuswara, Sekretaris Kementerian Pariwisata di Jakarta.

Menurutnya, Gunung Krakatau merupakan ikon pariwisata Provinsi Lampung yang telah dikenal dunia, Festival Krakatau menjadi wahana dan ajang puncak kreatifitas serta penghargaan terhadap seniman, budayawan, dan masyarakat Lampung, dalam rangka pengembangan dan peningkatan kebudayaan Lampung, maka kekayaan Lampung tersebut layak disuguhkan dalam gelaran festival.

“Harus diakui, sektor pariwisata merupakan sektor penting dalam pembangunan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan,” paparnya lagi. Di sisi lain, Gubernur Lampung, Ridho Ficardo menambahkan Festival Krakatau merupakan agenda pariwisata tahunan Provinsi Lampung yang sudah berlangsung sejak 1991, dalam rangka promosi pariwisata dan budaya serta memperingati peristiwa meletusnya Gunung Krakatau pada tahun 1883.

“Event ini merupakan Event Kepariwisataan Nasional yang mempunyai sejarah panjang, menginjak tahun ke-25 akan menjadi momentum melakukan perubahan pengemasan sebuah festival, agar seiring dengan dinamisasi dan perkembangan kepariwisataan Lampung,” tukasnya.

(Jn)




This entry was posted in LOKASI and tagged , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.