|
Sunday, 14 March 2010 |
|
Jeritan bapak tua itu dari atas bukit Jarinya menunjuk-nunjuk ke arah barat Tergagap mulutnya, dia ingin berkata Terbelalak matanya, seakan menatap neraka
Jalan berliku, menuju ke atas bukit Aku merintih, sambil berlalu, dan berlari Terlunta-lunta, kakiku pedih tak bernyawa Aku terbunuh, jantungku mati dijamah ujung tombak
Mereka, berbaju hitam, amat rapih Kaya raya, tua muda, berbaur Tanpa sadar, aku memeluk jiwaku Demi raga, aku tidak ingin kekayaanmu!
Mereka akan mati Bapak itu menjerit lagi Kau akan mati Wanita itu akan mati
Dan sungguh, sungguh terjadi Apa yang aku takutkan Bapak itu menunjuk lagi, Matanya terbelalak, mulutnya tergagap
Peluru melesat di udara Menghujam jantung Bapak tua itu mati
Terbunuh globalisasi Terbunuh ekonomi Terbunuh harga diri (Arif Tirtana)
|
|
|