Melihat Kota-kota Amerika Kota Tua
Monday, 28 September 2009
Active Image
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 COLUMBUS BUILDING : Gedung Columbus, tokoh yang menemukan benua Amerka pertama kali. Gedung ini ramai dikunjungi wisatawan yang datang ke Amerika Serikat.
 
Tiba-tiba semua orang berdiri, mereka hidupkan telepon selular, berbicara ,ambil tas di kabin sambil menunggu pesawat benar-benar berhenti.Kota ini diperuntukkan untuk bisnis dan wisatawan. Kondisi Bandara LaGuirdea, New york selalu seperti itu, maklum saja masyarakat dan orangorang yang datang dengan tujuan bisnis.
 
Negara bagian terbesar di negara Amerika Serikat tersebut terdiri dari lima Kota besar dan terbagi menjadi beberapa pulau yang berdekatan. Pusat-pusat bisnis  Amerika ada disini, seperti pusat merek Swis, rolex, berbagai macam parfum dan lainnya. Walaupun Kota besar, New York City tetap menonjolkan budaya dan bangunan tua. Hal ini bisa terlihat dari banyaknya musium, teater, gedung gereja dan gedung lainnya di antara ratusan gedung baru yang rata-rata punya 100 tingkat.
 
Tidak jauh berbeda tampaknya dengan beberapa kota di Sumatera Barat yang juga punya banyak gedung tua, hanya saja gedung tua di sini lebih terawat dipergunakan bukan untuk gudang seperti di Kota Padang. Gedung-gedung tua berusia ratusan tahun umumnya dindingnya terdiri dari pasir, yang kenyataanya selain khas lebih irit biaya perawatan.
 
"Untuk membersihkan hanya digosok dan disiram dengan air," jelas Gabriele Tour guide dari National Press Centre.
 
Kota besar ini tidak begitu menyesakkan dengan kendaraan, dengan aturan jumlah dan tahun kendaraan yang beroperasi. Sehingga masyarakat dan pelancong lebih menyukai jalan kaki, atau merogoh kocek memilih kendaraan seperti taksi, subway (kereta api bawah tanah), bus (panjangnya dua kali bus kota) dan bus wisata dua tigkat yang bagian atasnya terbuka atau bisa memilih alternatif  becak sepeda.
 
Kota besar tempat gedung PBB berdiri ini, juga tidak melupakan taman kota serta kolam-kolam sebagai kantong air.Terdapat sekitar lima taman, salah satunya central park. .Taman terbesar ini saja punya empat kolam besar dan terkenal dengan strawbery park tempat Kurt Cobain (penyanyi kaya dan terkenal yang bunuh diri karena ingin merasakan mati). Daerah tersebut juga dekat apartemen tempat John lenon dibunuh.
 
Musium of sex
 
Berbicara seni, kota inilah gudangnya berbagai musium dibuka untuk umum dengan tiket antara 12-20 dolar (Rp100 ribu-Rp200 ribu) untuk satu kali masuk dengan persyaratan tidak boleh mengambil foto dan menyediakan merchandise sebagai cendera mata dengan harga relatif terjangkau antara 5-100 dolar per satuannya.
 
"Cahaya foto bisa merusak warna lukisan dan menganggu pengunjung lain," kata seorang administrator musium MoMa.
 
Musium yang tersebar di beberapa sudut kota itu di antaranya musium MoMa musium yang didekasikan untuk ibu, Musium of sex, tentang perkembangan genital manusia, musium film, musik,sejarah dan musium morgan.
 
The morgan's library and musium tempat sekitar 1.400 koleksi buku-buku tua, termasuk yang terkenal adanya script musik Van Beet Hoven seorang orkestra terkenal. Uang keluar pun tidak akan terasa jika berada di musium karena punya kafe khusus juga merchandise menarik.
 
"Aku jadi ingin membeli merchandice dari sini sebanyak-banyaknya. Sayang harganya mahal menurut kurs rupiah," kata Faisal salah seorang rekan wartawan.
 
Di musium ini kita tidak hanya melhat benda tua, bisa juga mendengarkan dan melihat melalui komputer-komputer layar sentuh yang tersedia.
Bukanlah sesuatu mustahil diterapkan di Sumatera Barat ketika mempertujukan alat musik tradisional Minangkabau sekaligus memerdegarkan dan memelihatkannya melalui komputer.
 
Mengapa teater di sana berkembang pesat tampaknya juga bisa diambil positifnya bagi dunia teater Sumatera Barat.
 
 
Selain materinya mudah dicerna teater di New york juga disusun artistik dengan berbagai efek teknologi sehingga kita tidak bosan menonton sebuah pertunjukkan kaku.
 
Masih terlalu banyak yang bisa dibicarakan tentang New york, sebut saja jembatan Manhattan Bridge yang membelah east rivers,time square yang terkenal sebagai pusat ngumpulnya artis dan World Trade Center (WTC).
 
Gedung kembar pusat bisnis yang hancur ketika pesawat menabraknya itu sekarang malah menjadi pusat kunjungan wisatawan. Merchandice pun dijual WTC visitor centre disamping lokasi pembangunan gedung tersebut yang belum selesai.
 
"Gedung ini dibangun lebih besar," jelas Gabriele ketika kami mengelilingi jalan-jalan kota yang dipenuhi wisatawan. Semua hanya bagian kota yang bisa diambil positifnya bagi pemerintah yang mau belajar.
 
Capitol City sejuk
 
Washington DC sebagai pusat pemerintahan (Capitol city), sangat jauh dari bayangan  mengerikan, padat dan macet.Daerah gedung putih ini malah damai dan tenang, bahkan demo pun tenang tanpa banyak massa.
 
Seperti Bukitinggi, kota inipun sejuk dan terkesan dingin.Gedung-gedung besar, bergaya lama tersusun apik.Banyak orang datang dari berbagai negara seluruh penjuru dunia untuk kepentingan politik.
 
Tidak seperti New york pengaman Bandara Reagan sebagai salah satu pintu masuk ke Amerika lebih ketat. Menurut kedutaan Amerika di Indonesia hal ini sebagai bentuk penciptaan rasa aman bagi warga Amerika.Bahkan seluruh orang yang masuk bandara harus melepaskan sepatu serta ikat pinggang melewati pintu masuk, atau ditanya banyak tentang alasan datang ke sana. Untung kami hanya sekedar memerlihatkan surat dari kedutaan Amerika dari Indonesia, sebagai pihak yang diundang. Namun pemeriksaan itu tidak dialami setelah berada di dalam kota.
 
Berbagai kedutaan negara-negara di dunia juga memenuhi jantung-jantung Kota, disamping pusat-pusat pemerintahan dan lembaga di Amerika.
 
Ketika melihat ibukota Indonesia, Jakarta  atau pun Kota Padang, sebagai Ibukota Provinsi Sumbar sangat jauh beda. Jalanannya tidak sumpek, selain besar kendaraan juga sedikit. Masyarakat juga hobi jalan kaki atau menggunakan subway.
 
Pejalan kaki dimanjakan dengan trotoar besar dan benar-benar dihargai di jalan raya. Jalan dan trotoar setiap hari dibersihkan dengan mobil yang berfungsi sebagai sapu. Bingung buang sampah? tidak akan terjadi disini, tong sampah banyak dan selalu dibersihkan.
 
"Kaum kecil"seperti  tunawisma, pengemis dan Pedagang kaki lima (PKL)juga ada.
 
PKL diberi tempat di pinggir jalan arteri dengan tanda pengenal yang selalu tergantung di leher. Tentu saja jumlahnya tidak sebanyak di Sumbar, mereka terkesan lebih ekslusif karena bisa beberapa bahasa.
 
Bahkan seorang pengamen dekat PKL segera memainkan musik biola lagu Begawan Solo dan maju tak gentar ketika melihat kami.
 
"Are you from Indonesia," katanya ramah sambil menundukkan badan.
 
Mungkin! Sumatera Barat tidak perlu meniru segala sesuatu yang ada disini, karena keindahan alam tetap lebih unggul. Namun itu tidaklah cukup perlu terobosan pemikiran peruntukkan kota (tata ruang), kebersihan, keramahan dan rasa aman yang patut  menjadi contoh seperti di sini. Inilah sebagian kecil dari besarnya United State. (tandri eka putra)