Renungan Alam
Inspired Me
Sunday, 14 March 2010

Jeritan bapak tua itu dari atas bukit
Jarinya menunjuk-nunjuk ke arah barat
Tergagap mulutnya, dia ingin berkata
Terbelalak matanya, seakan menatap neraka

Jalan berliku, menuju ke atas bukit
Aku merintih, sambil berlalu, dan berlari
Terlunta-lunta, kakiku pedih tak bernyawa
Aku terbunuh, jantungku mati dijamah ujung tombak

Mereka, berbaju hitam, amat rapih
Kaya raya, tua muda, berbaur
Tanpa sadar, aku memeluk jiwaku
Demi raga, aku tidak ingin kekayaanmu!

Mereka akan mati
Bapak itu menjerit lagi
Kau akan mati
Wanita itu akan mati

Dan sungguh, sungguh terjadi
Apa yang aku takutkan
Bapak itu menunjuk lagi,
Matanya terbelalak, mulutnya tergagap

Peluru melesat di udara
Menghujam jantung
Bapak tua itu mati

Terbunuh globalisasi
Terbunuh ekonomi
Terbunuh harga diri

(Arif Tirtana)

 
Doa Untuk Orangtua
Sunday, 14 March 2010

Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka
Perindahlah ucapanku di depan mereka
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkan hatiku untuk mereka.......

Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya,
atas didikan mereka padaku dan Pahala yang
besar atas kasih sayang yang mereka limpahkan padaku,
peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku.

Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan
atau kesusahan yang mereka deritakan kerana aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka kerana perbuatanku,
maka jadikanlah itu semua penyebab susutnya
dosa-dosa mereka dan bertambahnya pahala
kebaikan mereka dengan perkenan-Mu ya Allah,
hanya Engkaulah yang berhak membalas
kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.

Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.
Tetapi jika sebaliknya, maka izinkanlah aku
memberi syafa'at untuk mereka,
sehingga kami semua berkumpul bersama dengan santunan-Mu
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta rahmat-Mu.
Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Kurnia Maha Agung,
serta anugerah yang tak berakhir
dan Engkaulah yang Maha Pengasih diantara semua pengasih.

Amin Ya Rabbul Alamin..

(Arif Tirtana)

 

 
Pesona Ironisasi Lembah Guntur
Friday, 12 March 2010

Ilalang – ilalang menari dan bergoyang
Menyapa seakan ramah
Setelah terperangkap lembah tambang pasir
Yang terus di keruk meski tak kenal ampun
Tiap jam engkau meninggalkan dan melupakan
Kerabatmu yang menjadikan kokoh

Kenyataan yang ironis
Di balik senyum keramahan itu
Engkau seakan terkuras sifat eksploitasi
Entah siapa yang memberi ijin
Padahal engkau tahu adalah anugerah

Kabar burung menyatakan
Engkau dulu himpunan pinus
Sekelebat hamparan hijau nan asri
Kini hanya beberapa yang di wariskan
Dimanakah engkau sang kakek pinus
Lihatlah pembantaian dan pengerukan itu

Diantara beriak air terjun cities
Dengan dingin dan segarnya
Padahal engkau tak pernah lelah menyeru
Memberi manfaat yang begitu jamak
Namun tetangga menjerit tapi tak kau dengar
Tidakkah kau sudahi saja pemberianmu
Toh mereka tidak akan membalas budi

Hanya menunggu akan jawaban
Bukti dahsyatnya ilhammu
Meski sering kali peringatan datang
Tapi lihatlah tak kunjung henti
Guntur seperti lapisan ozon
Semakin hari semakin tipis
Adakah yang menyadari atas apa
Jika engkau terperanjat dalam tidurmu


_Ajhies Chantigi_
28_02_2010
On Guntur