forum
Mari Hijaukan Bumi
Tuesday, 16 March 2010
Permasalahan lingkungan hidup saat ini sangat kompleks. Permasalahan tidak terbatas pada kondisi sosialnya, namun juga pada komponen lingkungan lainnya. Permasalahan yang ada mulai dari ketersedian air bersih, sanitasi, polusi, kemacetan, sampai kepada berkurangnya ruang terbuka hijau.

Penghijauan merupakan salah satu usaha penataaan lingkungan dengan menggunakan tanaman sebagai materi pokoknya, (upaya yang dapat menanggulangi degradasi dan kualitas lingkungan). Tumbuhan dan air akan dapat mengurangi panas melalui evapotranspirasi yang di lakukan. Penambahan luas permukaan untuk vegetasi dapat menurunkan suhu maksimum udara.

Ruang terbuka hijau dapat memberikan manfaat yaitu; memberikan kesegaran, kenyamanan, dan keindahan lingkungan. Selain itu, juga dapat menciptakan lingkungan bersih dan sehat.

Udara alami yang bersih sering di kotori oleh debu, baik yang dihasilkan karena kegiatan alami, ataupun kegiatan manusia. Dengan adanya penghijauan, partikel padat yang tersuspensi pada lapisan biosfer bumi, akan dapat di bersihkan oleh tajuk pohon melalui proses jerapan dan serapan. Dengan adanya mekanisme ini, jumlah debu yang melayang-layang di udara akan menurun. Partikel yang melayang-layang di udara akan terjerap (menempel) pada permukaan daun, dan sebagian lagi akan terserap masuk kedalam ruang stomata daun. Ada juga partikel yang menempel pada kulit pohon, cabang dan ranting.
Beberapa manfaat penghijauan, yaitu;

  1. Manfaat estetis (keindahan) : Pohon memiliki beberapa bentuk tajuk yang khas, sehingga menciptakan keindahan tersendiri. Oleh karena itu, apabila di susun secara berkelompok dengan jenis yang sama pada masing-masing kelompok dapat menciptakan keindahan atau suasana yang nyaman. Struktur bangunan tanpa di imbangi dengan pohon, akan terasa gersang, sebaliknya apa bila di sekitarnya di tanami pohon serta di tata dengan baik akan nampak hijau dan asri.
  2. Manfaat Orologis : Akar pohon dan tanah merupakan satu kesatuan yang kuat, sehingga mampu mencegah erosi atau pengikisan tanah.
  3. Manfaat Hidrologis : Dalam hal ini di maksudkan bahwa tanaman pada dasarnya akan menyerap air hujan. Dengan demikian, banyaknya kelompok pohon-pohon akan menjadikan daerah sebagai daerah persediaan air tanah yang dapat memenuhi kehidupan bagi manusia dan makhluk lainnya.
  4. Manfaat Klimatologis : Dengan banyaknya pohon, akan menurunkan suhu setempat, sehingga udara sekitarnya akan menjadi sejuk dan nyaman. Maka, kehadiran kelompok pohon-pohon pelindung sangat besar artinya.
  5. Manfaat Edaphis : Ini manfaat dalam kaitan tempat hidup binatang. Dilingkungan yang penuh dengan pohon, satwa akan hidup dengan tenang karena lingkungan demikian memang sangat mendukung.
  6. Manfaat Ekologis : Lingkungan yang baik adalah seimbang antara struktur buatan manusia dan struktur alam. Kelompok pohon atau tanaman, air, dan binatang adalah bagian dari alam yang dapat memberikan keseimbangan lingkungan.
  7. Manfaat Protektif : Manfaat protektif adalah manfaat karena pohon dapat memberikan perlindungan, misalnya terhadap terik sinar matahari, angin kencang, penahan debu, serta peredam suara. Disamping juga melindungi mata dari silau.
  8. Manfaat Hygienis : Adalah sudah menjadi sifat pohon pada siang hari menghasilkan O2 (oksigen) yang sangat di perlukan oleh manusia, dan sebaliknya dapat menyerap CO2 (karbondioksida) yaitu udara kotor hasil gas buangan sisa pembakaran. Jadi secara hygienis, pohon sangat berguna bagi kehidupan manusia.
  9. Manfaat Edukatif : Berbagai jenis pohon yang ditanam merupakan laboratorium alam, karena dapat di manfaatkan sebagai tempat belajar mengenal tanaman dari berbagai aspek.

(sumber : Tri Febrian/Go to Summit Community)
 
Dusun Milangi Jogya
Sunday, 14 March 2010

Jalan beraspal yang kanan kirinya ditumbuhi pohon kelapa akan ditemui bila berjalan ke arah utara melewati ring road barat Yogyakarta. Melaju mengikuti arah jalan itu, anda akan sampai ke sebuah dusun bernama Mlangi, tepatnya di sebuah masjid bernama Jami' Mlangi. Sekeliling masjid itu berupa kompleks pemakaman dengan yang paling terkenal adalah makam Kyai Nur Iman.

Nama Mlangi tak lepas dari sosok Kyai Nur Iman yang sebenarnya adalah kerabat Hamengku Buwono I, bernama asli Pangeran Hangabehi Sandiyo. Kisahnya, Nur Iman yang sudah lama membina pesantren di Jawa Timur diberi hadiah berupa tanah oleh Hamengku Buwono I. Tanah itulah yang kemudian dinamai 'mlangi', dari kata bahasa Jawa 'mulangi' yang berarti mengajar. Dinamai demikian sebab daerah itu kemudian digunakan untuk mengajar agama Islam.

Masjid Jami' Mlangi adalah bangunan paling legendaris di dusun ini karena dibangun pada masa Kyai Nur Iman, sekitar tahun 1760-an. Meski telah mengalami renovasi dan beberapa perubahan, arsitektur aslinya masih dapat dinikmati. Diantaranya adalah gapura masjid dan dinding sekitar masjid yang didesain seperti bangunan di daerah Kraton. Di dalam masjid yang oleh warga sekitar disebut "Masjid Gedhe" itu juga tersimpan sebuah mimbar berwarna putih yang digunakan sejak Kyai Nur Iman mengajar Islam.

Makam Kyai Nur Iman dapat dijangkau dengan melewati jalan di sebelah selatan masjid atau melompati sebuah kolam kecil yang ada di sebelah tempat wudlu. Makam itu terletak di sebuah bangunan seperti rumah dan dikelilingi cungkup dari bahan kayu. Makam itu selalu ramai sepanjang tahun, terutama pada tanggal 15 Suro yang merupakan tanggal wafatnya Kyai Nur Iman dan bulan Ruwah. Hanya pada bulan ramadan saja makam itu agak sepi. Biasanya, para peziarah membaca surat-surat Al-Qur'an dengan duduk di samping atau depan cungkup makam.

Berkeliling ke dusun Mlangi, anda akan menjumpai setidaknya 10 pesantren. Diantaranya, sebelah selatan masjid pesantren As-Salafiyah, sebelah timur Al-Huda, dan sebelah utara Al-Falakiyah. Pesantren As-Salafiyah merupakan yang paling tua, dibangun sejak 5 Juli 1921 oleh K.H. Masduki. Mulanya, As-Salafiyah bukanlah pesantren, hanya komunitas yang belajar agama di sebuah mushola kecil. Komunitas itu lantas berkembang menjadi pesantren karena banyak yang berminat. Meski bangunannya tak begitu besar, pesantren ini memiliki 300-an santri dan menggunakan metode mengajar yang tak kalah maju dengan sekolah umum.

Keakraban penduduk dengan Islam bukan sesuatu yang dibuat-buat. Buktinya dapat dilihat dari cara berpakaian penduduk. Di Mlangi, para lelaki biasa memakai sarung, baju muslim, dan peci meski tidak hendak pergi ke masjid. Sementara hampir semua perempuan di dusun ini mengenakan jilbab di dalam maupun di luar rumah. Pengamalan ajaran Islam seolah menjadi prioritas bagi warga Mlangi. Konon, warga rela menjual harta bendanya agar bisa naik haji.

Meski banyak warga punya kesibukan dalam mendalami agama Islam, tak berarti mereka tidak maju dalam hal duniawi. Dusun Mlangi sejak lama dikenal sebagai salah satu penghasil tekstil terkemuka, hanya jenis produknya saja yang berubah sesuai perkembangan jaman. Pada tahun 1920-an, usaha tenun dan batik cetak marak di kampung ini hingga tahun 1965-an. Usaha itu mulai pudar sejak batik sablon menguasai pasar dan harga kain bahan batik terus meningkat. Akhirnya, hanya tersisa beberapa pengusaha batik, diantaranya Batik Sultan agung yang juga mulai meredup akhir 1980-an. Kini, usaha yang sedang berkembang adalah celana batik, peci, jilbab, net bulutangkis, dan papan karambol.

Setiap Ramadan, dusun ini selalu ramai dengan ritual ibadah yang dijalankan warganya. Mulai dari tadarus, pengajian anak-anak, dan sebagainya. Tak sedikit pula masyarakat dari luar Mlangi yang datang untuk 'wisata' agama, semacam pesantren kilat. Nah, bila anda ingin berkunjung ke Mlangi, inilah saat yang tepat. Sepanjang siang selama bulan Ramadhan, anda juga akan melihat betapa akrab anak-anak bermain petasan.

sumber : Alip JG (Komunitas Traveling)

 

 
Inspired Me
Sunday, 14 March 2010

Jeritan bapak tua itu dari atas bukit
Jarinya menunjuk-nunjuk ke arah barat
Tergagap mulutnya, dia ingin berkata
Terbelalak matanya, seakan menatap neraka

Jalan berliku, menuju ke atas bukit
Aku merintih, sambil berlalu, dan berlari
Terlunta-lunta, kakiku pedih tak bernyawa
Aku terbunuh, jantungku mati dijamah ujung tombak

Mereka, berbaju hitam, amat rapih
Kaya raya, tua muda, berbaur
Tanpa sadar, aku memeluk jiwaku
Demi raga, aku tidak ingin kekayaanmu!

Mereka akan mati
Bapak itu menjerit lagi
Kau akan mati
Wanita itu akan mati

Dan sungguh, sungguh terjadi
Apa yang aku takutkan
Bapak itu menunjuk lagi,
Matanya terbelalak, mulutnya tergagap

Peluru melesat di udara
Menghujam jantung
Bapak tua itu mati

Terbunuh globalisasi
Terbunuh ekonomi
Terbunuh harga diri

(Arif Tirtana)

 
Doa Untuk Orangtua
Sunday, 14 March 2010

Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka
Perindahlah ucapanku di depan mereka
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkan hatiku untuk mereka.......

Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya,
atas didikan mereka padaku dan Pahala yang
besar atas kasih sayang yang mereka limpahkan padaku,
peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku.

Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan
atau kesusahan yang mereka deritakan kerana aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka kerana perbuatanku,
maka jadikanlah itu semua penyebab susutnya
dosa-dosa mereka dan bertambahnya pahala
kebaikan mereka dengan perkenan-Mu ya Allah,
hanya Engkaulah yang berhak membalas
kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.

Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.
Tetapi jika sebaliknya, maka izinkanlah aku
memberi syafa'at untuk mereka,
sehingga kami semua berkumpul bersama dengan santunan-Mu
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta rahmat-Mu.
Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Kurnia Maha Agung,
serta anugerah yang tak berakhir
dan Engkaulah yang Maha Pengasih diantara semua pengasih.

Amin Ya Rabbul Alamin..

(Arif Tirtana)

 

 
Pesona Ironisasi Lembah Guntur
Friday, 12 March 2010

Ilalang – ilalang menari dan bergoyang
Menyapa seakan ramah
Setelah terperangkap lembah tambang pasir
Yang terus di keruk meski tak kenal ampun
Tiap jam engkau meninggalkan dan melupakan
Kerabatmu yang menjadikan kokoh

Kenyataan yang ironis
Di balik senyum keramahan itu
Engkau seakan terkuras sifat eksploitasi
Entah siapa yang memberi ijin
Padahal engkau tahu adalah anugerah

Kabar burung menyatakan
Engkau dulu himpunan pinus
Sekelebat hamparan hijau nan asri
Kini hanya beberapa yang di wariskan
Dimanakah engkau sang kakek pinus
Lihatlah pembantaian dan pengerukan itu

Diantara beriak air terjun cities
Dengan dingin dan segarnya
Padahal engkau tak pernah lelah menyeru
Memberi manfaat yang begitu jamak
Namun tetangga menjerit tapi tak kau dengar
Tidakkah kau sudahi saja pemberianmu
Toh mereka tidak akan membalas budi

Hanya menunggu akan jawaban
Bukti dahsyatnya ilhammu
Meski sering kali peringatan datang
Tapi lihatlah tak kunjung henti
Guntur seperti lapisan ozon
Semakin hari semakin tipis
Adakah yang menyadari atas apa
Jika engkau terperanjat dalam tidurmu


_Ajhies Chantigi_
28_02_2010
On Guntur

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 Selanjutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 9 dari 36