Selamat Datang di Parimbo.com
Cinta Abadi di Laut Mentawai
Monday, 28 September 2009
Active Image
 
 
 
 
 Active Image
 
 
 
 
 
TAMBAK : Tempat peternakan ikan balong di Kepualauan Sikakap Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat..(insert : ikan balong/Premnas epigramma sp-sumber aquafauna.be)
 
 
Tidak kalah kisah manusia cinta di novel-novel terkenal. IKan Balong Mentawai, menjadikan itu juga menjadikan sebagai kisah hidup abadinya. Premnas epigramma sp di lautan Mentawai hanya bisa hidup bersama pasangannya.

Sepintas, Balong tidak jauh berbeda dengan ikan hias lainnya. Tubuhnya dibalut warna merah, kuning dan bintik. Namun kisah hidupnya penuh keunikan dan kisah. Hidupnya sangatlah setia, baik dengan pasangan, tempat hidup dan bahkan menurunkan tempat secara patrenial.

"Ikan Balong ada di berbagai tempat, seperti Nias dan Lampung. Namun yang corak seperti ini, hanya ada di Mentawai. Balong di daerah lain warnanya hanya hitam," ujar  Hardimansyah S. ST yang biasa dipanggil Mak Itam, ketika ditemui di Balai Pembenihan Ikan Payau (BPIP) di Haetry, Kecamatan Sikakap Kabupaten Mentawai.

Balong, atau Premnas epigrama sp di Mentawai berukuran seperti ikan koki 5- 10 cm. Hidup di arus sedang. 10 cm/detik. Hidup di perairan dalam 2-10 meter, dan hidup di dekat pantai bermanggrove. Balong jantan berukuran lebih kecil, warnanya juga merah namun lebih mencolok, sedangkan betina lebih merahnya lebih gelap atau merah maron

Hewan air ini melakukan simbiosis dengan soft coral, nemnon  Heteractis magnifica sp. Balong, membawa makanan untuk nemnon, sedangkan nemnon memberikan tempat tinggal dan perlindungan untuk anak-anak Balong.

Jika Balong bertelur dan dibuahi jantan, Maka nemnon akan diwariskan ke anak jantan yang terkuat. Sedangkan sisanya harus mencari nemno-nemnon baru. Sedangkan Balong betina akan mencari pasangannya sehingga mendapatkan nemnon baru, untuk melanjutkan sisa hidupnya.

"Balong tidak mau tukar-tukar Nemnonya," ujar Mak Itam sambil menunjukan sistem hidupnya di dalam ember. Sepasang Balong dengan memnon kecilnya, diletakkan dalam ember. Keduanya dengan santai berputar-putar mengeliling nemnon. Namun kondisiinya berubah, ketika satu ekor Balong jantan dari pasangan lain diletakkan dalam ember.

Pasangan Balong, terutama yang jantan langsung menyerang. Kulit ikan Balong pendatang langsung robek-robek dikeroyok. Selang beberapa menit, Balong pendatang mati. "Kondisi itu juga akan terjadi pada pasangannya yang lain. Ia tidak akan mau lagi, mengeluarkan telurnya, sekitar satu bulan lagi pasangan Balong yang betina akan mati," tambah Mak Itam.  (tandri eka putra)
 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hubungi Parimbo team
facebook : parimbo petualang
email :
Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya
Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya
Telp  : +62-75134665
HP    : +62-8126631384
 
selengkapnya...